Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo berharap Kantor Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kepulauan Seribu fokus mencegah pernikahan dini di wilayah Kepulauan Seribu. Pasalnya, masih adanya ditemukan anak remaja yang menikah dibawah umur.
"Pernikahan anak usia 17- 18 tahun masih tinggi. Sehingga memicu tingkat kelahiran anak yang juga tinggi dan ini menjadi tugas BPMPKB untuk gencar melakukan sosialisai kemasyarakat," ungkap Budi, Rabu (04/11/2015).
Budi menuturkan, sosialisasi kepada masyarakat harus digalakan dengan memberikan pembinaan terkait dengan Keluarga Berencana (KB) terkait dengan pernikahan dibawah umur.
"Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak menikahkan anaknya di bawah usia 17 tahun," katanya.
Tambah budi, sosialisasi di sekolah-sekolah bekerjasama dengan beberapa Universitas gencar dilakukan terkait dengan pergaulan bebas dan reproduksi sehat dan lain sebagainya.
“RSUD maupun Puskesmas yang ada lebih memperhatikan hal ini, tidak hanya kesehatan reproduksi tapi juga pernikahan dini,” tandasnya.
Reporter : Saeful Bahri / age