Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, Kepulauan Seribu memiliki potensi ekonomi yang sangat besar tapi sayangnya tidak dikelola dengan baik. Padahal, Kepulauan Seribu bisa menjadi titik kebangkitan poros maritim.


"Kepulauan Seribu hanya ditempatkan sebagai halaman belakang DKI Jakarta," ungkap Fahri Hamzah ketika berdialog dengan Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo dan jajarannya di Ruang Pola Kantor Kabupaten, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (10/02/2016).

Fahri menjelaskan, posisi geografis Kepalauan Seribu berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera atau lebih spesifik berada di antara DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Menurutnya, posisi Kepulauan Seribu sangat strategis terutama di bidang pariwisata dan ekonomi.

"Pulau Seribu "ide gilanya", itu bisa dijadikan ibu kota. Sehingga orang Jakarta bisa tumpah ruah disini dan tidak ada kemacetan," katanya.

Dikatakan Fahri, sejalan dengan visi Presiden RI, Joko Widodo yang akan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dengan mengembangkan potensi tol laut, maka Kepulauan Seribu dapat dijadikan sebagai titik berangkat tol laut di DKI Jakarta. Bila perlu para pejabat mengadakan rapat di Kepulauan Seribu.

"Pulau Seribu ini harus dimulai menjadi poros maritim. Sebab masa depan Indonesia dan dunia ada di laut," tandasnya.

 

 

 

Reporter : Saeful Bahri / age