Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo menilai ketersediaan ikan segar di perairan Kepulauan Seribu semakin hari semakin berkurang jumlahnya. Hal ini dikarenakan banyaknya nelayan luar pulau yang menangkap ikan dan rusaknya terumbu karang.
"Ikan segar di Kepulauan Seribu ketersediaanya semakin hari semakin berkurang masyarakat pun akhirnya kesulitan mengkonsumsinya dan terpaksa beli di darat," ungkap Budi, Kamis (11/02/2016).
Menurutnya, ketersediaan sumber daya ikan kian hari terus menyusut. Penyebabnya, adanya nelayan luar pulau yang mengeksploitasi secara berlebihan dan degradasi lingkungan. Akibatnya, beberapa jenis ikan berada pada status mengkhawatirkan.
"Kita sudah lakukan pengkayaan sumberdaya ikan di perairan Kepulauan Seribu, diantaranya penanaman terumbu karang dan rekayasa lingkungan atau manipulasi habitat ikan seperti dengan pembuatan rumah ikan," terang Budi.
Ditambahkan Budi, rumah ikan itu merupakan media yang disusun sedemikian rupa yang ditempatkan disuatu perairan yang berfungsi sebagai area berpijah bagi ikan-ikan dewasa.
"Rumah ikan ini diharapkan dapat mempengaruhi atau menggantikan sebagian fungsi ekologis habitat alami sumberdaya ikan, juga diharapkan kedepannya ikan segar di Kepulauan Seribu makin berlimpah," pungkasnya.
Reporter : Saeful Bahri / age