Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo meminta masyarakat untuk tidak mengekploitasi terumbu karang secara berlebihan. Saat ini masih ada sebagian warga yang masih kurang menyadari akan bahaya jika terlalu banyak mengambil karang laut.
"Masyarakat harus peduli dan menjaga lingkungan agar Pulau Untung Jawa terhindar dari abrasi," ungkap Budi Utomo, usai membuka peresmian HUT Pulau Untung Jawa Ke-62, Sabtu (13/02/2016).
Dikatakan Budi, jika warga masih acuh dan tidak peduli dengan lingkungan dimana mereka tinggal? Lambat laun Pulau Untung Jawa ini akan hilang seperti Pulau Ubi.
"PERDA 32/2009 tentang menjaga pengelolaan lingkungan hidup sudah jelas. Jadi, saya berharap masyarakat sinergi dengan pemerintah untuk sama-sama menjaga lingkungan di Kepulauan Seribu dengan melakukan penghijauan," terangnya.
Ditambahkan Budi, faktor kerusakan lingkungan yang terjadi dikarenakan eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan untuk kepentingan ekonomi dan alih fungsi lahan. Untuk penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup Pemkab Kepulauan Seribu memprogramkan tanam sejuta pohon mangrove .
"Saya berharap semua ini menjadi renungan kita, karena semua penyebab terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan disebabkan oleh tangan-tangan dan perilaku manusia itu sendiri," tandasnya.
Acara HUT ke 62 dilanjutkan dengan peresmian 30 kios pedagang kaki lima (PKL), pembuatan 100 koloni rumah ikan dan pengadaan kontainer serta pencacah sampah, Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan kepada pedagang dan nelayan Pulau Untung Jawa.
Reporter : Saeful Bahri / age