Mendengar nama sate gepuk atau sate odol mungkin tak asing ditelinga kita. Bahan utamanya daging ikan tongkol segar yang sudah dikeluarkan dari kulitnya yang tipis, dicampur parutan kelapa bakar dan diberi bumbu yang dapat menggoyang lidah penikmatnya. Sate odol merupakan makanan khas dari Kepulauan Seribu.

Nama sate gepuk diambil dari cara membuatnya, yakni di tumbuk atau dalam bahasa setempat digepuk. Jadi, setelah daging ikan tongkol dikeluarkan dari kulitnya, daging itu ditumbuk bersama bumbu dan parutan kelapa agar bercampur dengan sempurna.

Cara pembuatannya pun sangat muda, campurkan daging ikan tongkol, parutan kelapa dan bumbu hingga menyatu dengan sempurna, lalu bahan dasar itu dimasukan kembali kedalam kulit ikan tongkol yang memang dibuat tidak rusak, sehingga bentuknya kembali seperti ikan tongkol. Ikan ini selanjutnya dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang diatas bara api.

Di Pulau Panggang, biasanya daging ikan yang sudah dicampur parutan dan bumbu itu tidak dimasukkan kedalam kulit ikan tongkol, tetapi langsung dibungkus daun pisang layaknya pepes. Hanya saja bentuknya tidak gepeng, tetapi bulat panjang.

Dari satu kilo gram ikan tongkol bisa dijadikan 3 sampai 5 bungkus sate ukuran kecil yang biasa dijual seharga Rp 3.500. "Saat ini sate gepuk biasanya dibuat untuk dijual, karena warga disini sangat menggemari," ungkap Ecewati pembuat sate gepuk Pulau Panggang, Selasa (16/02/2016).

Selain menjual kepada masyarakat setempat, Ece biasa dipanggil juga melayani pembelian dari pengunjung yang datang ke pulaunya. Biasanya, para pengunjung pulau tertarik dengan makanan yang khas dengan rasa manis dan pedasnya ini karena rasanya yang gurih dan nikmat. Biasanya mereka ketagihan dan membeli untuk oleh-oleh.

 

 

 

 

Reporter : Saeful Bahri / age