Warga Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, mengaku puas dengan adanya layanan jemput bola petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kepulauan Seribu.

Mulyanto (44) warga RT 006/02 Kelurahan Pulau Tidung, berprofesi sebagai guru SMK 61 mengatakan, senang dan gampang dalam membuat akte kelahiran untuk anaknya. Berbeda, sebelum adanya PTSP.

"Saya ngurus akte lahir anak saya tidak dipersulit prosedurnya baik dari kelurahan hingga sampai ke PTSP. Bahkan tanpa adanya uang pelicin," ungkap Mulyanto, saat mengahdiri pelayanan perdana PTSP Kepulauan Seribu, Kamis (18/02/2016).

Hal yang sama dirasakan Ahmad Fikri (36) wirasawata muda dari agent travel lokal, Kepulauan Seribu Selatan, mudah mengurus Surat izin usaha perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Pengusaha (TDP) dan Izin Mendirirkan Bangunanan (IMB) perusahaan yang dia kelola sendiri.

"Sangat membantu. Pertama kami tidak harus ke jakarta dan bolak-balik semua bisa diurus disini dari yang urusan kecil sampai yang besar. Alhamdulillah semua sudah kelar," ungkapnya.

Diakuinya, sebelum ada PTSP urus perizinan itu lama, kedua ada biaya yang cukup besar kita keluarkan. Semenjak ada PTSP saya tidak sepeserpun dimintai biaya.

"Jadi, saya sangat terbantu sekali. Hari ini saya mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Pengusaha (TDP) dan Biro Perjalanan," terangnya.

Kepala Kantor PTSP Kepulauan Seribu, Lamhot Tambunan mengatakan, sesuai kebijakan semua stafnya  melakukan tugasnya secara profesional, ramah dan bertanggung jawab.

"Untuk pelayanan, kalau didaratkan ada yang namanya Ajip, nah kalau di Pulau Seribu kita lakukan sinkronisasi pelayanan perizinan terkait dengan UKPD dan SKPD," katanya.

Diakuinya, meski disni ada keterbatasan masalah penjangkauan transportasi. Kebetulan, juga kita adakan program Pelayanan Terpadu Keliling (PTK), wadah untuk meningkatkan program bagaimana pemohon ini kita jemput.

"Pemohon kita jemput bola, artinya Kita dekatkan pemohon. Dan hari ini PTK perdana PTSP Kepulauan Seribu di tahun 2016. Harapanya maksimal yang lebih dimanfaatkan sisi kualitasnya ketimbang kuantitas seberapa kali kita lakukan PTK," tandasnya.

 

 

Reporter : Saeful Bahri / age