Sebanyak 506 jiwa warga yang tinggal di Pulau Sebira, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara terancam terisolir.
Lurah Pulau Harapan Yulihardi mengatakan, pulau yang masuk wilayah kerja Kelurahan Pulau Harapan tersebut dalam kondisi terisolir. Pasalnya, akses transportasi kapal sangat sulit dan tidak adanya signal maupun alat komunikasi yang bisa terhubung disana.
"Warga berharap Pemkab Kepulauan Seribu bisa memfasilitasi dan bisa menyediakan transportasi minimal 1 atau 2 minggu sekali berlayar ke Pulau Sebira," ungkap Yulihardi, Selasa (23/02/2016).
Menurut Hardi, dikhawatirkan apabila ada musibah atau hal lain karena tidak adanya signal telepon warga tidak terkontrol. Bahkan bila ada emergency seperti keluarga sakit atau kecelekaan mereka bingung harus berkomunikasi dengan siapa.
"Warga minta segera dibangunkan Base Transceiver Station (BTS) di Pulau Sebira agar provider bisa numpang di BTS tersebut," katanya.
Selain itu, tambah Hardi, warga Pulau Sebira mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk keperluan para nelayan melaut, lantaran tidak adanya SPBU terdekat. Juga tingginya biaya pernikahan.
"Biaya nikah disana cukup tinggi. Karena penghulu tidak ada. Jadi, mereka harus datang ke pulau lain dengan segala persiapan materi," pungkasnya.
Reporter : Saeful Bahri / age