Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo mengaku kecewa mendengar usulan warga Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan Pulau Pramuka terkait pendalamam kolam labuh tidak masuk dalam E-Musrembang.

"Usulan ini harusnya menjadi skala prioritas. Kebutuhan masyarakat yang mendesak yang sudah diusulkan informasinya dari 2011 hingga 2013 sampai sekarang belum terelisasi dan itu tidak masuk dalam E-Musrenbang," tutur Bupati, Jumat (26/02/2016)
 
Menurutnya, sesuai arahan Pak Gubernur, saya harap ini adalah skala prioritas terkait dengan pembangunan infrastruktur yakni pembangunan kolam labuh Pulau Untung Jawa yang di sisi timur. Kenapa Kolam labuh ini menjadi penting dan vital karena apabila sudah memasuki angin barat yang kuat kapal itu tidak bisa bersandar atau berlindung.

"Kapal tidak akan bisa berlindung di dermaga utama yang berada di depan, karena ombak yang besar dan pasti kapal itu bisa hancur terbentur dermaga. Maka tidak ada jalan lain dermaga sisi timur kolam labuh harus segera dibangun," ungkapnya.

Ditegaskan Budi, padahal dirinya sudah teriak-teriak sejak tahun lalu. Bahkan sudah perintahkaan pada saat peresmian RPTRA Amiterdam dan itu bukan cuma pendalaman saja tapi dibangun dengan kualitas yang baik.

"Terus terang saja saya agak kecewa kalau informasi dari warga bahwa di 2016 ini tidak muncul. Yang muncul hanya pendalaman alur pelayaran saja," tegasnya.

Budi berharap ini dapat disikapi serius oleh unit terkait. Karena konteksnya dalam rangka percepatan destinasi wisata Kepulauan Seribu kunci utamanya sistem transportasi dan sarana prasarananya yaitu dermaga salah satunya.

"Saya minta ada program-program prioritas di Pulau Seribu yang harus menjadi perhatian Dinas Perhubungan. Pertama pelebaran dermaga Pulau Tidung agar kapal Perintis KM Sabuk Nusantara 46 bisa masuk. Kemudian Pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka segera ditindak lanjuti perluasan kolam labuh," tandas Budi.  
    

 


    
Reporter      : Saeful Bahri / age  
Editor           : Zaini Miftah