Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluaraga Berencana (KPMPKB) Kabupaten Kepulauan Seribu terus menggalakan program kontrasepsi Metode Jangka Panjang (MJP) bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Hal ini penting untuk menekan jumlah penduduk dan meningkatkan kualitas hidup para wanita dan juga keluarganya.
"Kontrasepsi begitu penting untuk menekan jumlah penduduk. Selain itu, bisa meningkatkan kualitas hidup para wanita dan keluarganya. Namun, hingga saat ini penggunaan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD, implant, vasektomi dan tubektomi belum popular di masyarakat," ujar Darwoto, Kepala KPMPKB Kepulauan Seribu, Jumat (01/04/2016).
Darwoto mengatakan, penggunaan jenis alat kontrasepsi jangka pendek ini cukup baik, tetapi rawan terjadinya drop out peserta KB. Kalau sampai terjadi drop out yang berkelanjutan maka akan menjadi sulit untuk mencapai angka TFR ideal atau angka TFR 2,0 persen.
"Saat ini kita mengajak pasangan usia subur supaya menggunakan jenis alat kontrasepsi jangka panjang yang meliputi penggunaan alat kontrasepsi jenis implant, IUD, MOW dan MOP," katanya.
Diakui oleh Darwoto, memang tidak mudah merubah kebiasaan pasangan usia subur yang sudah terbiasa dengan metode jangka pendek menjadi pengguna metode jangka panjang.
"Banyak faktor pengaruhnya seperti faktor agama, faktor keluarga dan juga cara menggunakan atau memasangkan," jelasnya.
Terhadap faktor-faktor penghambat tersebut, KPMPKB selaku UKPD pelaksana progarm KB di Kepulauan Seribu telah menjawab dengan beberapa wujud tindakan nyata antara lain; Memberikan pelatihan keterampilan kepada Bidan dalam pemasangan alat kontrasepsi MJP. Ini akan sangat membantu akseptor supaya dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan KB MJP.
"Memberikan KIE secara intensif kepada pasangan usia subur akan manfaat penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang. Dalam kaitan ini semua PKB di Kepulauan Seribu diwajibkan paling sedikit setiap hari harus memngunjungi rumah penduduk minimal 10 rumah untuk diberikan KIE MJP," katanya.
Selain itu, melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit di Jakarta Utara untuk penanganan pelayanan alat kontrasepsi jenis metode operasi wanita ( Tubektomi) dan Metode operasi pria (Vasektomi).
Dengan beberapa langkah tersebut telah memberikan hasil yang cukup menggembirakan. Pada tahun 2015 KPMPKB Kepulauan Seribu dapat mencapai target 90 persen pengguna MJP.
"Ini lebih baik sebab pada tahun 2014 hanya tercapai 40 persen. Tahun 2016 ini KPMPKB optimis dapat mencapai target, sebab sampai bulan Maret ini sudah mencapai target MJP sebesar 50 persen," tandasnya.
Reporter : Saeful Bahri
Editor : Zaini Miftah
Detail Berita
PEMBERDAYAAN KESEHATAN
KPMPKB Galakkan Program MJP Bagi Warga Pulau Seribu
Reporter: Sudin Kominfotik Kab. Adm. Kepulauan Seribu
01/04/2016