Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, Provinsi DKI Jakarta menunjukkan bahwa angka kelahiran total (Total Fertility Rate – TFR ) sebesar 2,3 persen. TFR tersebut menggambarkan rata-rata jumlah anak yang dimiliki oleh seorang wanita selama masa reproduksi berkisar antara 2 sampai 3 orang.
Sementara TFR di wilayah Kepulauan Seribu bahkan lebih besar dari rata-rata TFR Provinsi DKI Jakarta. TFR merupakan salah satu alat ukur keberhasilan program KB yang selama ini dijadikan acuan oleh pemerintah.
"Idealisnya program KB di Kepulauan Seribu menginginkan TFR sebesar 2,0 persen. Kalau merujuk pada TFR, maka Kepulauan Seribu masih memiliki pekerjaan cukup berat yakni menurunkan TFR dari 2,3 menjadi 2,0 persen," ujar Darwoto, Kepala Kantor Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (KPMPKB) Kepulauan Seribu, Jumat (01/04/2016).
Menurutnya, itu merupakan salah satu tantangan besar yang harus dihadapi Kepulauan Seribu dalam pelaksanaan program KB. Berbagai hasil penelitian membuktikan bahwa semakin rendah tingkat kesejahteraan dan pendidikan suatu keluarga biasanya semakin banyak jumlah anak yang dimiliki.
Oleh karena itu, lanjut Darwoto, pada wilayah pemukiman padat penduduk yang juga banyak dihuni oleh keluarga miskin faktanya memperlihatkan kesertaan ber-KB masyarakatnya belum optimal.
"Tingkat kepesertaan masyarakat dalam program KB di wilayah Kepulauan Seribu cukup bagus. Ini terbukti bahwa selama tahun 2015 jumlah peserta KB aktif telah mencapai angka 76 persen," katanya.
Ditambhakan Darwoto, artinya bahwa semua pasangan usia subur yang ada pada saat ini sebesar 76 persen telah menjadi peserta KB lestari.
"Tahun yang sama Kepulauan Seribu juga mencapai persentase peserta KB baru sebanyak 100 persen lebih dari target yang ditetapkan Provinsi DKI Jakarta," tandasnya.
Reporter : Saeful Bahri
Editor : Zaini Miftah
Detail Berita
PEMBERDAYAAN KESEHATAN
Peserta KB Baru Lestari Capai 100 Persen
Reporter: Sudin Kominfotik Kab. Adm. Kepulauan Seribu
01/04/2016