Tumpahan limbah minyak mentah (tarbal) kembali mengotori sepanjang pantai dan perairan laut Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara, Senin (11/04/2016). Gumpalan minyak sudah terlihat sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi menempel dipasir maupun pohon mangrove.

"Dugaan sementara limbah ini berasal dari kapal yang lewat di perairan Pulau Pramuka dan sengaja membuang limbah minyak," kata Kusminardi, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 3 Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kusminardi,  Senin (11/04/2016).

Kusminardi mengatakan, dari lokasi yang telah dicek oleh tim Taman Nasional Kepulauan Seribu, diindikasikan ada kapal yang melintas disekitar Pulau Pramuka, karena kondisi sekarang lagi angin timur.

"Kita khawatirkan limbah ini akan mengotori lokasi yang akan dijadikan kegiatan orang nomor satu di Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo pada 14 April 2016 mendatang," katanya.

Menurutnya, ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 1990 yang mengakibatkan rusaknya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem Taman Nasional. Selanjutnya, tim akan mengecek lokasi di Pulau Karya.

"Dampaknya jelas, hampir dipastikan tanaman mangrove akan mati, karena menempel begitu juga dengan ekosistem lainnya," katanya.

Ditambahkan Kusminardi, sanksi dari perbuatan tersebut hukumannya berat. Kami masih meneyelidiki dan akan bekerja sama dengan Polairut dan TNI.

"Kami masih dalam proses penyidikan pelayaran kapal apa yang melintas pada jam 12 malam, kami akan terus selidiki dan mengambil semple air laut yang tercemar limbah minyak mentah," pungkasnya.                 

 

Reporter : Saeful Bahri

Editor      : Zaini Miftah