Bupati Kepulauan Seribu Budi Utomo berharap setiap pohon mangrove yang ditanam di Kepulauan Seribu memiliki nilai tematik, disainnya atau landscapenya. Sehingga tidak lagi ada penanaman mangrove seperti di Pulau Pramuka yang lurus begitu saja.


"Mangrove itu harus punya nilai tematik setiap kali ditanam, jangan lurus-lurus saja, itu tidak ada seni dan nilai jualnya," ungkap Budi Utomo, usai Pencangan Gerakan Nasional Penyelamatan Tumbuhan dan Satwa Liar, di Pulau Karya, Kamis (14/04/2016).

Menurut Budi, bahkan mangrove-mangrove yang ditanam saat ini masih menghalangi pemandangan laut, pasir dan pantai. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Taman Nasional Kepulauan Seribu dan Ibu Menteri juga merespon positif dengan jajarannya untuk membuat tematik tanam mangrove.

"Saya ingin fungsi mangrove ini tidak hanya menahan abrasi, juga ketersedian ikan, tetapi juga bisa sebagai obyek wisata," ungkapnya. 

Kedepan, tambah Budi, pihaknya ingin penanaman mangrove di tiap-tiap pula. Kepulauan Seribu itu harus sudah berdasarkan landscape dan desainnya. Sehingga bisa berbentuk bunga anggrek, tukik, burung dan lain sebagainya. 

"Nantinya mangrove dari atas itu terlihat sebuah tempat yang pantas untuk kita kunjungi dan kalau sudah besar itu bisa untuk wisata kano," tandasnya.

 

Reporter : Saeful Bahri

Editor      : Zaini Miftah