Tim Kesehatan Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara dan mahasiswa Univeristas Gadjah Mada (UGM) Kedokteran melakukan pendataan dan monitoring status kesehatan gizi balita di bawah garis merah (BGM) di tiap-tiap RT/RW Pulau Pramuka.
"Monitoring pendataan gizi balita tujuannya untuk memberikan penyuluhan kepada orang tua balita supaya giat memberikan makanan tambahan sehingga status gizi balita terpenuhi," ujar Sri Ratna Kepala Puskesmas Pulau Panggang, Senin (11/07/2016).
Menurut Sri, langkah yang dilakukan selain penimbangan di Posyandu bila ada status gizi balita yang bermasalah maka pihaknya akan melakukan pantauan terus status gizinya balita dalam sebulan 2 minggu sekali kita home care atau ketuk pintu layani dengan hati.
"Memberikan penyuluhan kesehatan status gizi yang baik tentunya kepada orang tua balita atau keluarga dalam memberikan makanan tambahan bila status gizinya semakin buruk maka perlu kita rujuk ke Rumah Sakit terdekat," kata Ratna.
Ditambahkannya, semua di lingkungan RT/RW bila ada status gizi balita yang bermasalah akan kita pantau terus secara berkelanjutan. Pertama terus meningkatkan pelayanan Posyandu terutama pada ibu hamil, kemudian bekerjasama dengan RS untuk melakukan konsultasi dengan spesialis anak.
"Deteksi dini pada janin, meningktkan kunjungan ibu nifas dan meningktkan pelayanan ketuk pintu layani dengan hati terus memantapkan ASI eksklusif secara optimal sehingga kedepannya angka BGM di Kepulauan Seribu nol," pungkas Ratna.
ucapnya.
Reporter : Saeful Bahri
Editor : Zaini Miftah