Pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di delapan Pulau Pemukiman terus dikebut pengerjaannya, sehingga bisa rampung pada Desember 2016 nanti.

"Kami meminta kepada penyedia atau kontraktor agar segera mempercepat pembangunan tersebut. Pasalnya ketersediaan air bersih di Kepulauan Seribu sangat di tunggu-tunggu oleh masyarakat maupun wisatawan yang sedang berlibur," ujar Kepala Suku Dinas Tata Air Kepulauan Seribu, Mustajab usai meninjau pembangunan SWRO di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka, Rabu (07/09/2016).

Ia menambahkan, pembangunan delapan SWRO di Pulau Pemukiman menggunakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Tata Air Provinsi DKI Jakarta tahun 2016 sebesar Rp 91,98 miliar.

"Jadi secara struktur proyek PPK dan PPTK itu dari Dinas Tata Air, sedangkan Sudin Tata Air Kepulauan Seribu hanya mengkoordinasikan ke wilayah," ujarnya.

Ia menambahkan, untuk pembangunan SWRO Pulau Pramuka dalam proses pembangunan rumah genset, ruang kantor, ruang SWRO dan rencana pembuatan reservore atau penampungan air baku. Namun, dari penjelasan pelaksana pekerjaan belum adanya approval (persetujuan) gambar pelaksana dari konsultan maupun PPK.

"Gambar approval dari pelaksana belum jadi. Sehingga kami belum berani melaksanakan secara serentak, seperti di SWRO Pulau Panggang," tandasnya.



Reporter : Saeful Bahri    
Editor     : Zaini Miftah