Musibah angin puting beliung yang memporak porandakan 177 rumah warga di Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kamis (22/09/2016) lalu berpotensi muncul kembali di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu dalam beberapa waktu kedepan. Pasalnya saat ini sedang memasuki musim hujan disertai angin kencang.

Kepala Pelaksana Kantor Penanggulangan Bencana Kabupaten (KPBK) Kepulauan Seribu, Muhammad Ali mengatakan, kecepatan angin di ukur dengan automatic weather sensor (AWS) yang kami pasang di Pulau Tidung dekat dermaga alat tersebut dapat mengukur kecepatan angin, hujan dan air rob.

“Dari hasil rekaman alat AWS terbaca kecepatan angin saat kejadian adalah 37,10 sampai dengan 49,89 kilometer perjam pada pukul 01.00 Wib hingga 02.00 Wib. Angka tersebut cukup tinggi karena normalnya kecepatan angin adalah 13 - 18 kilometer perjam,” ujarnya, Senin (26/09/2016).

Ia menambahkan, angin yang di ukur tersebut adalah angin yang bertiup rata-rata di Pulau Tidung saat itu, sedangkan angin yang merobohkan pohon dan rumah tentu lebih kencang dari itu.

Jadi, sambung Ali, warga ketika membangun rumah harus perhatikan bahan-bahan yang kuat, konstruksi yang baik dan pohon-pohon besar yang sudah tua sebaiknya ditebang.

Lanjut Ali, agar terhindar dari bahaya serta tidak menjadi korban sebaiknya masyarakat berlindung di tempat atau ruangan yang aman dan menjauh dari jendela.

"Masyarakat dapat melihat tanda-tanda alam yang berpotensi munculnya puting beliung seperti adanya awan comulonimbus yang gelap dan tinggi," tandasnya.


Reporter : Saeful Bahri  
Editor     : Zaini Miftah