Penggunaan sistem baru untuk pembelian obat melalui e-katalog dikeluhkan Kepala Puskesmas Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Edwin Nasli. Pasalnya memicu terjadinya keterlambatan persediaan obat-obatan di Puskesmas Kelurahan maupun Kecamatan.

“Terutama obat-obatan yang tidak ada atau di luar e-katalog harus di konsolidasi agar harganya seragam, itu yang jadi kendalanya prosesnya pun bisa lebih dari satu bulan," ujar Edwin, Jumat (14/10/2016).

Ia menambahkan, tahun ini semua pengadaan obat-obatan di Puskesmas maupun Rumah Sakit itu menggunakan sistem e-katalog. Jadi begitu masuk e-katalog perusahan farmasi yang sudah terdaftarlah yang bisa order dan sediakan obat.

“Anggaran untuk pengadaan obat yang dialokasikan Rp 1 miliar dan memang itu sudah diperhitungakan agar pasien di Puskesmas Kelurahan dan Kecamatan tidak kehabisan obat,” ujarnya.

Edwin mengatakan, karena ini kebijakan Kementerian Kesehatan semua harus diseragamkan lewat konsolidasi agar bisa dilaksanakan pengadaaan obat.

“Sejauh ini ketersediaan obat di Puskesamas tidak ada masalah. Pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan seperti biasanya,” tandas Edwin.


Reporter : Saeful Bahri
Editor     : Zaini Miftah