Sebanyak 50 ribu bibit mangrove ditanam di sepanjang pesisir pantai selatan Pulau Kelapa, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

“Mangrove merupakan ekosistem di daerah pesisir bermanfaat untuk melindungi pulau dari abrasi, intrusi air laut dan angin. Begitu juga untuk kebutuhan dan kehidupan biota laut, baik sebagai rumah, tempat berlindung, kawin dan tempat berkembang biak," ujar Ketua Sentra Penyuluhan Konservasi Pedesaan (SPKP) Bintang Laut, Iskandar Rachman, Senin (21/11/2016).

Ia menambahkan, kegiatan penanaman pohon mangrove hasil kerjasama dengan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), Ses, Ltd sudah berjalan selama 8 tahun dengan jumlah mangrove sekitar 720 ribu pohon.

"Tahun 2009 pohon mangrove ditanam berjumlah 120 ribu, tahun 2010, 100 ribu mangrove, tahun 2011 berjumlah 150 ribu mangrove, tahun 2012 hingga 2015 berjumlah 75 ribu dan tahun 2016 jumlah ditanam 50 ribu pohon," katanya.

Ia berharap kegiatan ini dijadikan program berkelanjutan dalam mewujudkan kualitas ekosistem laut yang baik sehingga membantu perekonomian masyarakat.

"Tercipta hutan mangrove sebagai bagian dari konservasi dan menjadi ekosistem laut yang dapat menunjang kehidupan masyarakat dalam sektor ekonomi yang memanfaatkan mangrove sebagai salah satu objek wisata," tandasnya.



Reporter : Saeful Bahri
Editor     : Zaini Miftah