Sebanyak 200 resapan biopori digalakkan di setiap rukun warga (RW) Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Sebagai upaya penanggulangan genangan air disaat musim penghujan.
"Sementara ini kita canangkan 12 titik biopori di masing-masing RW. Pulau Kelapa Dua 40 resapan biopori dan Pulau Kelapa 160 dibagi 4 RW, jadi semuanya 200 lubang biopori," ujar Ketua Sentra Penyuluh Kehutanan dan Pedesaan (SPKP) Bintang Laut, Iskandar Rachman, Jumat (25/11/2016).
Ia mengatakan, 12 titik yang digalakkan bisa mengatasi genangan air di setiap rumah warga. Warga lebih peduli terhadap kelestarian air bawah tanah, karena saat ini infrastruktur makin bertambah banyak, sehingga kedapan air sudah pasti berkurang.
"Program akan berkelanjutan setiap tahunnya CNOOC, SES Ltd dan Taman Nasional juga Pemkab Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Sementara itu, Sekertaris Kelurahan Pulau Kelapa, Yusuf menyambut baik dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh SPKP Bintang Laut, karena pembuatan lubang biopori tentu mencegah kekeringan dan genangan air.
"Diharapkan musim penghujan air tidak turun ke laut tapi ke lubang biopori. Sehingga air yang masuk bisa menggalir ke sumur masyarakat dan airnya bisa menjadi tawar," tandasnya.
Reporter : Saeful Bahri
Editor : Zaini Miftah