Meski wilayah DKI Jakarta, khususnya Kepulauan Seribu akan diguyur hujan dan angin, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi tersebut masih dalam relative normal dan tidak mengkhawatirkan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG, Hary Tirto Djatmiko di Jakarta, Sabtu (03/02/2018), dirinya menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini merupakan rangkaian dari dampak musim hujan.

“Saat ini dalam kondisi musim hujan, prediksi BMKG terkait angin dan hujan yang terjadi di Kepulauan Seribu masih dalam relative normal termasuk adanya gelombang laut yang masih dalam batas normal, namun para warga diminta untuk tetap waspada,” tutur Hary Tirto.

Hary juga menegaskan, bahwa kondisi yang terjadi saat ini tidak berpotensi untuk menghasilkan angin puting beliung, melainkan karena dampak dari angin Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan.

“Kondisi saat ini karena dampak dari angin yang ada di Samudera Hindia dan Laut Cina Selatan, bukan dampak dari angin puting beliung yang terjadi pada 2 Februari lalu,” kata Hary.

Pihaknya menjelaskan, ciri-ciri angin puting beliung ada dua yang dapat diketahui secara jelas dan dirasakan masyarakat secara langsung.

“Ciri pertama ketika pagi hari cerah, siang hari suasana panas mengakibatkan kegerahan, namun malam hari ada awan berwarna abu-abu kehitaman disertai hujan, petir, angin kencang. Ciri kedua hujan lebat disertai angin yang berbentuk belalai,” tambah Hary.

 

 

 

 

 

 

Reporter : Petrus A