Sebanyak delapan orang siswa IX, Sekolah Satu Atap Pulau Sebira mengikuti simulasi tahap kedua Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 69 Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.
Namun ternyata, kehadiran mereka di simulasi itu bukanlah sekadar menghadapi soal-soal ujian nasional yang berbasiskan computer, melainkan juga harus berjuang untuk menghadapi jauhnya perjalanan menuju lokasi UNBK.
"Sebelum pelaksanaan siswa sudah berangkat menggunakan kapal nelayan, dengan waktu tempuh mencapai 6 jam untuk sampai lokasi. Dengan kondisi sekarang ini mereka berjuang melawan hantaman ombak, gelombang tinggi serta angin kencang," ujar H Jamil Fahmi, Kepsek Satu Atap Pulau Sebira, Rabu (14/02/2018).
Untuk kedepannya, kata Jamil, pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam hal ini Jakarta Kepulauan Seribu dapat membantu para siswa dan juga warga Pulau Sebira lainnya, karena pastinya tidak sekarang saja simulasi UNBK digelar, pada bulan April siswa akan melaksanakan UNBK 2018.
"Siswa akan bermalam hingga 3 malam di Pulau Pramuka untuk selesaikan simulasi UNBK. Saat ini mereka tengah simulasi pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, hari berikutnya simulasi soal IPA dan Bahasa Inggris. Tentunya kedepan UNBK bisa dilaksanakan di Pulau Sebira, karena sebenarnya kendalanya hanya pada signal provider internet saja," paparnya.
Reporter : Saeful Bahri