Perhelatan tahunan Festival Pulau Untung Jawa yang memperkenalkan berbagai macam budaya dan kesenian, dinilai menjadi salah satu cara memperkenalkan potensi wisata Pulau Untung Jawa kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.
Festival Pulau Untung Jawa yang dihelatkan di Pantai Sakura, Pulau Untung Jawa, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan pada Sabtu (17/02/2018), merupakan kegiatan yang menandakan hari ulang tahun Pulau Untung Jawa, dan tahun ini masuk ke 64. Beberapa kegiatan disiapkan, diantaranya Festival Kapal Hias, Festival Kuliner, Pentas Seni dan Budaya, Lomba Rakyat, Hiburan Lenong serta kegiatan lainnya.
“Pulau Untung Jawa memiliki keunikan dibandingkan pulau lainnya, yaitu bunga Sakura yang biasanya ada di Jepang, ini menjadi salah satu daya tarik, selain itu ada pohon pengantin, serta hutan mangrove, ini menjadi modal kedepan, dan harus dilengkapi dengan sumber daya manusianya sendiri untuk mengembangkannya,” kata Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah.
Sementara itu, Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu, Cucu Kurnia, mengaku senang dengan perhelatan ini, dan berharap setiap tahun event ini terus meningkat pengunjungnya, dan masyarakat berbenah dengan memperbanyak pengetahuan, sehingga membuat wisatawan nyaman, khususnya wisatawan asing.
“Event ini tentunya sangat baik untuk Pulau Untung Jawa kedepan, dan kita ingin setiap tahunnya ada peningkatan dan kedepan infrastruktur lebih tingkatkan, dari sisi atraksi serta kuliner yang ada, namun harus didukung dengan ketersediaan sumber daya manusia yang ada, yaitu mengetahui bagaimana menjaga kebersihan, sehingga tamu nyaman dan juga keramah tamahan, dan fasilitas home stay yang berstandar baik,” papar Cucu.
Menanggapi hal ini, salah satu travel consultant nasional, Amelia Mastriari menilai bahwa Pulau Untung Jawa memiliki potensi besar menjadi salah satu destinasi wisata bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, karena memiliki lokasi-lokasi menarik dan unik, seperti keberadaan pohon Sakura yang pada umumnya tumbuh di negara-negara dingin.
“Pohon Sakura menjadi modal penting untuk dikenal ke wisatawan mancanegara, karena ini berbeda sekali, selain itu ada hutan bakau, ada juga lokasi lainnya. Namun dari semua itu perlu ada konsep atau promosi yang baaik agar bisa dikenal dengan baik, serta pendukung lainnya, seperti informasi transportasi dan layanan penginapan yang baik,” jelas Amelia yang penulis buku.
Reporter: Petrus A