Pihak PT Pertamina dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jakarta Kepulauan Seribu membahas kebutuhan alat radio frequency identification (RFID) yang akan digunakan disetiap kapal dan saran lainnya dalam penyaluran BBM.

Pembahasan itu dilakukan PT Pertamina dan Pemkab Kepulauan Seribu yang diwakili Sekkab Kepulauan Seribu, Eric Pahlevi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir dan beberapa jajaran pejabat lainnya dalam rapat di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Senin (19/03/2018).

Seperti diketahui, pihak Pertamina ingin memberikan pelayanan BBM kepada Pemkab Jakarta Kepulauan Seribu, melalui darat maupun perairan, dengan fasilitas RFID. Dimana dalam pelaksanannya, beberapa sarana dan prasarana di Kepulauan Seribu belum mendukung, sehingga belum bisa dimaksimalkan pemanfaatan RFID.

Menurut Iwan, pihaknya menyambut baik hal tersebut, namun perlu dilakukan kajian lebih dalam, mengingat faktor sarana menjadi penentu dalam penyaluran BBM, ditambah kebutuhan yang sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan.

“Kita ingin skema pendistribusiannya tidak melanggar, sedangkan kondisi sarana dan prasarana belum mendukung, maka kita perlu pembahasan levelnya lebih tinggi lagi, karena sejauh ini belum ada titik temu yang bisa kita putuskan,” tutur Iwan.

Sementara itu, Retail Vice President PT Pertamina Retai Windrian Kurniawan mengaku pihaknya siap memberikan opsi-opsi dalam penyaluran BBM yang tidak melanggar ketentuan yang ada, seperti fasilitas satu titik atau mengangkut mobil tangkinya.

“Jika ingin satu titik penyalurannya kita bisa fasilitasi, namun ada kesepakatan dalam harga, sedangkan untuk opsi pengangkutan mobil tangki bisa juga, namun kita perlu melihat fasilitas yang dipersiapkan, kita kaji bersama,” tutur Windrian .

 

 

 

Reporter: Petrus A