Permasalahan sampah yang tengah marak saat ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu, sehingga tidak kembali terulang.

Kondisi ini penting, mengingat tumpukan sampah di wilayah Hutan Mangrove Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut sudah menumpuk tebal, dan membutuhkan waktu berhari-hari untuk membersihkannya, serta merusak ekosistem laut dan sekitarnya.

Tercatat sejak 17 Maret lalu, petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup, UPK Badan Air serta Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), hingga pihak TNI terus melakukan pembersihan sampah hingga beberapa hari kedepan.

Untuk itulah, berbagai langkah akan disiapkan demi mencegah terjadinya kembali penumpukan sampah yang semakin membuat parah situasi saat ini.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu, Yusen Herdiman mengaku, pihaknya akan bekerjasama serta berkoordinasi dengan beberapa pihak terkait, khususnya wilayah di Jakarta Utara untuk melakukaan penjaringan sampah.

“Kita akan melakukan penjaringan sampah dari muaranya hingga ke hilir, sehingga tidak akan ada lagi tumpukan sampah yang terjadi seperti saat ini,” tutur Yusen, Selasa (20/03/2018).

Rencananya untuk bisa memberikan pemahaman masyarakat sekitar akan dampak sampah tersebut, akan dilakukan penyuluhan kepada para ibu rumah tangga di sekitar.

“Kita adakan penyuluhan ibu-ibu sekitar, karena banyak sampah adalah sampah rumah tangga, selain itu warga sekitar juga kita ajak kerja bakti, sehingga meraka sadar dan mengerti dampaknya,” kata Yusen.

Dirinya pun berharap, masyarakat akan mendapatkan pendidikan untuk tidak membuang sampah sembarangan, seperti yang tertera dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.

"Kata kuncinya edukasi kepada masyarakat agar tidak buang sampah ke Sungai. Tentang sanksi sudah ada di Perda No 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah," tambah Yusen

 

 

Reporter: Petrus A