Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Administrasi Jakarta Kepulauan Seribu mengaku kebutuhan BBM sangat diperlukan untuk segala aktifitas, dan perlu mendapatkan solusi yang tepat.
Langkah ini diperlukan, karena dalam prosesnya distribusi BBM harus melalui tahapan yang panjang dan tidak bisa langsung kepada pusatnya, mengingat terkendala letak geografis yang memiliki jarak dari Ibu Kota, sehingga membuat harga beli yang meningkat.
Kondisi inilah yang terus dicarikan solusi oleh pihak Pemkab Administrasi Jakarta Kepulauan Seribu dengan berkomunikasi bersama PT Pertamina, untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Transportable (SPBUT) diwilayah Kepulauan Seribu sebagai solusi.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kepulauan Seribu, Iwan Pangihutan Samosir sendiri telah melakukan rapat koordinasi untuk wacana tersebut (SPBUT-red).
Dalam komunikasi tersebut, pihak PT Pertamina bersedia menyiapkan SPBUT, dengan syarat jika permintaan BBM di Kepulauan Seribu mencapai 30 ribu liter perhari.
"Jadi kami akan lakukan kajian dulu, jika permintaan BBM 30 ribu liter perhari. Pertamina bisa masuk, sebab ada perhitungan ekonominya seperti biaya transportasi, penguapan dan sebagainya," kata Iwan, Selasa (20/03/2018).
Dirinya pun mengaku, nantinya pemerintah akan menyiapkan sejumlah fasilitas seperti tempatnya, dan diharapkan SPBUT bisa hadir disetiap Kecamatan.
"Mereka akan lapor pimpinan dulu, setelah itu akan mengundang kami. Harapan kami tahun ini bisa terwujud Tahun 2018 di Kecamatan," tambah Iwan.
Reporter: Saeful Bahri