Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung, satuan gabungan pengamanan mengerahkan 4 tim demi memantau keberadaan buaya liar.

Satuan gabungan pengamanan tersebut terdiri dari Pemkab Jakarta Kepulauan Seribu, Polres Kepulauan Seribu, TNI AL, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, BPBD DKI, Basarnas, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Tim Margasatwa Ragunan.

“Ada 4 tim yang akan disebar dan 10 kapal yang digunakan dalam pencarian ini. Basarnas ke Dermaga Kaliadem, Damkar sekitaran Ancol, TNI AL sekitar Pondok Dayung, Polres Satpol PP ke wilayah laut Pulau Bidadari. Jadi ada 6 kapal dari Damkar, 1 Basarnas, 1 Polair, 1 polres, Satpol PP 1 kapal sendiri," kata Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Victor Siagian usai apel persiapan di Jakarta, Minggu (17/6/2018).

Selain menggunakan kapal, satuan gabungan pengamanan tersebut juga dilengkapi dengan peralatan untuk menangkap buaya jika terlihat keberadaannya, seperti jaring dan tongkat.

“Kami koordinasi untuk melihat langsung, sektor mana yang harus kita pantau, kita upayakan menangkap buaya tersebut, karena ini di lingkungan yang cakupannya luas, kita harus antisipasi. Tim yang tersebar akan terus melakukan komunikasi untuk menyampaikan  info detailnya,” jelas AKBP Victor Siagian.

Keberadaan buaya muara pertama kali terlihat di Dermaga Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara beberapa waktu lalu, dan untuk mengantisipasi hal-hal tidak terduga, satuan gabungan pengamanan melakukan penyisiran dan pemantauan dikawasan perairan Ancol dan sekitarnya.

 

 

 

Reporter: Petrus A