Sebagai salah satu kontraktor kontrak kerjasama Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), China National Offshore Oil Corporation Southeast Sumatera Ltd (CNOOC SES Ltd) menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan bersama Sentra Penyuluhan Kehutanan dan Pedesaan (SPKP) Bintang Laut Pulau Kelapa.
Aksi kepedulian tersebut dibuktikan dengan melakukan penyebaran 40 ribu batang mangrove di tubir pantai Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara.
"Tanaman mangrove bermanfaat bagi perlindungan pulau dari bahaya abrasi air laut dan juga angin, serta berkembang biaknya biota laut," kata Iskandar, Ketua SPKP Bintang Laut, Selasa (19/06/2018).
Lebih lanjut Iskandar katakan, upaya rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove yang digelar lewat program kemitraan PT CNOOC SES Ltd, Balai Taman Nasional SPTN Pulau Kelapa dan SPKP Bintang Laut itu merupakan kelanjutan program penanaman sejuta batang pohon mangrove di Kelurahan Pulau Kelapa.
"Tercatat, ada sebanyak 807 ribu pohon batang mangrove yang memenuhi area konservasi yang berada di tubir pantai Pulau Kelapa saat ini. Jumlah tersebut terhitung sejak 2008-2018," terangnya.
Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa, Fadli mengatakan, pihaknya sangat antusias dengan program lanjutan tersebut, karena mangrove memang biotanya di laut yang mampu mencegah terjadinya abrasi, serta menumbuhkembangbiakkan biota ikan.
"Diharapkan kegiatan tanam mangrove tidak hanya di Pulau Pemukiman, tapi disetiap pulau juga dilaksanakan. Karena manfaatnya banyak, selain itu bisa menjadi salah satu tujuan objek wisata," tuturnya.
Reporter: Saeful Bahri