Tim layar Indonesia terus melakukan persiapan fisik di Indonesia National Sailing Centre (INSC), Jalan Taman Marina, Ancol, Jakarta, jelang perhelatan Asian Games 2018, yang hanya tinggal menghitung hari.

Langkah itu dilakukan usai melakukan evaluasi pasca perhelatan Asian Sailing Championship (ASC) pada bulan Juni lalu, dimana Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara peserta dari kawasan Asia, dan mampu meraih medali perunggu melalui Nenni Marlini dan Ridwan Ramadan pada kategori Mix Team kelas RS One.

Menurut salah satu tim pelatih layar Indonesia, Wayan Sujana mengaku, perhelatan ASC yang diselenggarakan di INSC tersebut memberikan nilai positif bagi kesiapan atlet dalam mengukur kemampuannya.

“Kami bersyukur ASC dilakukan, dan medali perunggu merupakan prestasi yang luar biasa, karena persaingan di Asia memang sangat ketat,” tutur Wayan kepada Pulauseribu.jakarta.go.id, Kamis (05/07/2018).

Wayan mengaku akan melakukan evaluasi dari segi teknik serta fisik yang akan ditingkatkan jelang perhelatan Asian Games nanti, mengingat sudah tidak ada lagi uji coba yang akan dilakukan.

“Kita fokus pada teknik atlet, mulai dari start posisi, pomping saat layar yang diperkuat dan terpenting adalah peningkatan fisik pemain. Hal ini perlu, karena pesaing kita memiliki postur tubuh yang sangat kuat dan tinggi, selain itu juga sudah melakukan persiapan dan pembinaan sejak lama,” tutur Wayan.

Seperti diketahui, cabang olahraga layar Indonesia yang diperkuat 14 atlet ditargetkan mampu mempersembahkan dua medali emas pada nomor laser dan windsurfing.

 

 

 

Reporter: Petrus A