Meski persaingan cabang olahraga layar sangat sengit, namun para atlet layar Indonesia yang akan terlibat dalam perhelatan Asian Games 2018 nanti akan memaksimalkan keuntungan sebagai tuan rumah penyelenggara untuk mempersembahkan medali emas.
Kondisi itu dilakukan mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi tim layar Indonesia merupakan tim kuat di Asia, seperti Jepang, Korea, dan China, yang sudah melakukan persiapan secara matang dan pembinaan yang tertata dengan baik.
Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) sendiri sudah melakukan strategi sebagai tolak ukur melihat kekuatan lawan, yaitu menyelenggarakan Asian Sailing Championship (ASC) pada bulan Juni lalu di Indonesia National Sailing Centre (INSC), Jalan Taman Marina, Ancol, Jakarta.
Hasilnya tim layar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara peserta dari kawasan Asia, dan mampu meraih medali perunggu melalui Nenni Marlini dan Ridwan Ramadan pada kategori Mix Team kelas RS One.
“Banyak manfaat yang kami peroleh dari perhelatan ASC, dimana kami bisa melihat kekuatan lawan, mendapatkan pengalaman bertanding yang berkualitas, serta bisa mengukur kemampuan kami untuk dievaluasi. Bisa dikatakan perhelatan ASC merupakan gambaran persaingan di Asian Games nanti,” kata salah satu atlet layar Indonesia, Komang Suartana ketika dihubungi Pulauseribu.jakarta.go.id, Minggu (08/07/2018).
Komang Suartana menjelaskan, pasca ASC tersebut para atlet terus difokuskan meningkatkan kemampuan latihan di laut, memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah penyelenggaraan, sehingga atlet layar memahami situasi jika ada kendala cuaca yang akan dihadapi.
“Dari segi persiapan memang kita tidak bisa bersaing, termasuk postur tubuh dan teknik yang dimiliki para pesaing negara lain lebih unggul, namun kami kini difokuskan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kondisi laut, kami fokus meningkatkan segi teknik saat dilaut, mulai saat pengambilan posisi start, pomping saat layar dan juga menambah fisik kami,” tutur Suartana.
Rencananya tim layar Indonesia yang berjumlah 14 atlet tersebut akan terus fokus latihan di INSC yang juga akan digunakan unutk venue layar Asian Games 2018, dengan porsi latihan yang ditingkatkan sebanyak 2 sesi dalam sehari, yaitu pagi dan sore hari.
“Kita manfaatkan keunggulan sebagai tuan rumah dengan menguasai medan pertandingan, termasuk dalam mengatur ritme angin saat melakukan maneuver,” tambah Suartana.
Reporter: Petrus A