Perhelatan Festival Jelang Api Obor Asian Games 2018 dipastikan akan diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jakarta Kepulauan Seribu dengan melibatkan dua wilayah Kecamatan, yaitu Utara dan Selatan pada 15 Juli mendatang.
Keterlibatan dua wilayah Kecamatan di Kepulauan Seribu sendiri dilakukan sebagai bentuk informasi kepada masyarakat pulau untuk terlibat memeriahkan perhelatan Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada Agustus nanti.
Tercatat untuk Kecamatan Utara akan memulai start dari Kantor Kecamatan Utara menuju Pulau Kelapa ke Pulau Harapan, lalu ke Pulau Panggang dan berakhir kembali ke Kantor Kecamatan Utara.
“Kondisi di darat dengan di pulau berbeda, sehingga kami akan menyesuasikan situasinya, dimana akan melibatkan kapal. Kami akan memulai dari Kantor Kecamatan Utara menuju Pulau Kelapa, dan diterima Lurah setempat untuk dibawa mengelilingi pulau, dan dibawa ke Pulau Kelapa, dan diterima pihak Lurah untuk dibawa mengelilingi pulau, lalu dibawa menuju Pulau Panggang untuk diserahkan ke Lurah setempat dan dibawa kembali ke Kantor Kecamatan Utara,” tutur Camat Kepulauan Seribu Utara, Toto Bondan, Senin (09/07/2018).
Sementara itu, untuk Kecamatan Selatan sendiri akan memulai start dari Kantor Kecamatan Selatan menuju Pulau Tidung ke Pulau Lancang, lalu ke Pulau Untung Jawa dan berakhir kembali ke Kantor Kecamatan Selatan.
“Semua sudah kami persiapkan untuk posisi rute juga sudah ditentukan. Selain akan mengelilingi pulau yang ditetapkan, yaitu Pulau Tidung, Pulau Lancang dan Pulau Untung Jawa, kami juga akan memeriahkan dengan pemasangan ornament Asian Games 2018 di Kantor Kecamatan, sehingga masyarakat pulau ikut merasakan kemeriahan Asian Games 2018,” tutur Sekcam Kepulauan Seribu Selatan, Ismail.
Festival Jelang Obor Asian Games 2018 ini nantinya akan dilakukan kegiatan lari dengan membawa replica obor Asian Games, dimana setiap Kelurahan yang akan menyambut akan menyediakan 6 regu, dimana setiap regu akan diisi 10 pengiring dan 1 orang pembawa obor. Tercatat 10 pengiring yang disiapkan berasal dari pelajar, sedangkan 1 orang pembawa obor merupakan tokoh masyarakat setempat di Kelurahan masing-masing.
Reporter: Petrus A