Meski dikenal memiliki potensi pariwisata yang indah, namun wilayah Kepulauan Seribu juga menyimpan potensi lainnya yang dapat dinikmati, salah satunya adalah hasil pertanian.

Melalui hasil pertanian tersebut, masyarakat Kepulauan Seribu juga dapat meningkatkan perekonomiannya disamping mata pencaharian sebagai nelayan atau pengelola wisata.

Melihat kondisi inilah, Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kepulauan Seribu menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Pasca Panen Olahan hasil Pertanian.

Kegiatan ini dilakukan di Mutiara Tidung Resort, Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan pada 12-13 Juli, dengan jumlah 20 peserta yang terdiri dari Pulau Untung Jawa 4 peserta, Pulau Lancang (3), Pulau Pari (3), Pulau Payung (6), Pulau Tidung (4).

“Kegiatan ini sasarannya ibu rumah tangga atau Kelompok Wanita Tani (KWT). Tujuan ini adalah meningkatan pendapatan masyarakat pulau dengan berusaha pasca panen prodak pertanian. Kali ini kita lakukan di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan,” ucap Kepala Suku Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Kepulauan Seribu, Sutrisno, Jumat (13/07/2018).

Para peserta sendiri mendapat materi pelatihan tentang kewirausahaan kelompok yang disampaikan oleh PGO OK OCE. Pelatihan olahan pembuatan sale jambu air yang disampailan oleh BPTP Jakarta. Pembuatan bronis dari buah sukun. Pembuatan cendol daun kelor. Pembuatan sirup belimbing, sirup jahe. Pembuatan jamu herbal. Pembuatan minyak herbal dengan bahan baku rempah-rempah, dan ada juga kepeserta terapi totok Kesehatan oleh Ning Hermanto dari PT. Mahkota Dewa.

Tercatat semua bahan baku yang digunakan berasal dari pulau, seperti sukun, jambu air, belimbing, belimbing sayur, daun kelor dan rempah-rempah.

 

 

 

Reporter: Petrus A