Kehadiran bangunan sejarah Pulau Sebira diharapkan mampu memotivasi para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jakarta Kepulauan Seribu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pulau Sebira atau yang dikenal dengan Pulau Jaga Utara, merupakan pulau terluar dari Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu yang memiliki bangunan peninggalan sejarah zaman kolonial Belanda.

Salah satunya adalah mercusuar di Pulau Sebira yang dibangun sejak zaman kolonial Nederlanden (Belanda-red) saat kepemimpinan Z. M. Willem III, tahun 1869 masehi.

“Mercusuar yang dibangun sejak tahun 1869 masih kokoh tegak berdiri, tidak hancur ataupun roboh. Ini yang bisa ASN Pemkab Jakarta Kepulauan Seribu pelajari, tidak hanya sekedar foto dan ambil gambar. Namun lihat kehadirannya, yang dibangun dengan sungguh-sungguh, dengan material yang baik, meski bukan negara mereka," kata Bupati Jakarta Kepulauan Seribu, Husein Murad kepada sejumlah UKPD di Pulau Sebira, Selasa (17/07/2018).

Pulau Sebira sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 593 jiwa dari 157 kartu keluarga dengan suku asli Bugis. Dan Pemkab Jakarta Kepulauan Seribu memiliki perhatian penuh terhadap perkembangan Pulau Sebira, selain dari peningkatan kinerja ASN, perhatian juga diberikan terhadap rencana pembangunan Rumah Singgah ASN, penyulingan air SWRO disamping Masjid Nurul Bahri, tanggul pengaman pantai, mesin LBox Sudin LH dan pendockingan kapal Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) disisi pantai sebelah timur.

 

 

 

 

Reporter: Saeful Bahri