Sarana transportasi kereta Mass Rapid Transit (MRT) terus dipersiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta demi memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai aktifitas, termasuk menjadi solusi kemacetan.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sendiri terus memantau persiapan MRT, dan pada 23 Agustus, Anies Baswedan meninjau langsung pengujian kesesuaian sistem (System Acceptance Test) dengan rangkaian kereta pertama MRT Jakarta dari Depo MRT Lebak Bulus dan berhenti di Stasiun MRT Bundaran HI.
"Ini yang kedua dicoba. Perjalanan lancar, kalau merasakan di MRT nggak ada goncangan masih ada alat untuk menguji memastikan semua sesuai persyaratan teknis dan keselamatan," kata Anies.
Pada uji coba tersebut, Anies didampingi oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda DKI Yusmada Faisal dan Dirut PT MRT Jakarta William P Sabandar.
Kehadiran MRT sendiri diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di Jakarta, apalagi MRT memiliki unggulan yang dapat dinikmati, diantaranya waktu tempuh dari rute Lebak Bulus-Bundaran HI hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Untuk kapasitas sendiri, rangkaian kereta MRT bisa membawa 1.950 penumpang untuk sekali jalan, dan dalam aktifitas selama 1 hari, diharapkan bisa hingga 173.400 orang.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengaku, saat ini yang dikerjakan oleh MRT merupakan bagian dari proses tes pengujian dan pemeriksaan seluruh sistem yang ada.
“Kami mengecek kefungsian sistem yang ada secara keseluruhan. Rencananya akhir Desember 2018 akan mulai melakukan uji coba operasi MRT rute Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga Bundaran HI, Jakarta Pusat,” tuturnya.
Persiapan MRT sendiri saat ini sudah mencapai 95 persen, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan proses pengoprasian dilakukan Maret 2019.
Reporter: Petrus A