Perhelatan Asian Para Games 2018 mulai melakukan rangkaian kegiatan awal jelang pembukaan, dan pawai obor (torch relay) menjadi penandanya.

Kegiatan yang dilakukan ada 5 September di Kota Solo tersebut, menjadi titik awal Pawai Obor Indonesia 2018 Asian Para Games, yang juga menandai dimulainya hitung mundur 30 hari menjelang berlangsungnya gelaran multi-sport event untuk atlet penyandang disabilitas terbesar kedua di dunia.

Proses torch relay dilakukan dengan pengambilan api di api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah, yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, Bayu Rahardian, yang didampingi oleh Wakil Ketua Umum Sylviana Murni dan Adiati Noerdin.

Kota Solo dipilih karena memiliki sejarah kuat bagi atlet penyandang disabilitas, dimana para atlet disabilitas Indonesia menjalankan program pelatnas.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku antusias dan bersemangat menyambutan kegiatan olahraga Asian Para Games.

 “Setelah Asian Games, ini lanjut ke Asian Para Games. Kami melihat antusiasme yang tinggi dan kami bekerja keras agar kesuksesan di Asian Games, langsung dilanjutkan di Asian Para Games nanti,” ucapnya.

 

 

 

 

Reporter: Petrus A