Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Ismer Harahap meminta Suku Dinas Sumber Dayar Air (SDA) Kepulauan Seribu memaksimalkan keberadaan SWRO atau BWRO di Pulau Pemukiman dalam menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga.

Hal ini dikarenakan SWRO atau BWRO yang ada di Pulau Pemukiman belum mampu memenuhi hidup orang banyak, termasuk kebutuhan wisatawan yang akan berkunjung.

"Kebutuhan air bersih di Pulau Pramuka, Panggang dan Pulau Pemukiman lain harus bisa memenuhi kebutuhan warga. Bahkan juga untuk kebutuhan wisatawan yang berkunjung dan menginap di home stay," ujar Ismer.

Dirinya menilai, kebutuhan air menjadi sangat penting ketika akhir pekan, libur panjang atau libur anak sekolah, karena jumlah kunjungan wisatawan yang berlibur di Kepulauan Seribu semakin banyak.

"Harus ada rumusan kebutuhan air bersih untuk perorangan, perliter, perhari di 11 Pulau Pemukiman," jelas Ismer.

Sejauh ini pengolahan air bersih sudah berada di 11 Pulau, di antaranya SWRO di Pulau Karya dengan kapasitas 20-25 liter permenit, BWRO di Pulau Pramuka (18-28 liter permenit), Pulau Panggang (16-26 liter per menit), Pulau Kelapa (14-24 liter permenit), Pulau Kelapa Dua (10-20 liter permenit), Pulau Harapan (12-18 liter permenit), Pulau Pari (15-20 liter permenit), Pulau Lancang, Pulau Tidung dan Pulau Untung Jawa (18-28 liter permenit) serta BWRO Pulau Sebira (1-6 liter permenit).

 

 

 

 

Reporter : Saeful Bahri