Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DKI Jakarta bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menggelar Focus Group Discussion (FGD) Model Pertanian Terintegrasi pada lahan berpasir mendukung kemandirian pangan di Kepulauan Seribu.

Kepala BPTP DKI, Eti Herawati menuturkan, FGD ini merupakan lanjutan untuk menyerahkan usulan varitas lokal tanaman khas kepulauan seribu yang telah dilakukan karakterisasinya bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu pada Agustus lalu. 

"Hari ini kami menyerakan tujuh tanaman khas Kepulauan Seribu diantaranya, pohon pindungan, pisang kosta, cermai, cengkudu, rogo-rogo, kosambi dan mangkokan," ujar Eti Herawati, di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (27/09/2018).

Eti menjelaskan, FGD ini akan menjadi bahan usulan yang akan di daftarkan ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) di Kementerian Pertanian RI, yang nantinya akan diterbitkan sertifikat pendaftaran bahwa tanaman tersebut merupakan tanaman khas Kepulauan Seribu.

"Pada bulan Mei lalu PVTPP telah menyerahkan sertifikat varietas lokal 3 tanaman khas Kepulauan Seribu diantaranya pohon pisang belanda, kingkit dan kundang," tambahnya. 

 

 

 

 

Reporter: Zaini Miftah