Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghelatkan Orientasi Optimalisasi Germas dan Pencegahan Stunting di Villa Kedaton, Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/10/2018).

Kegiatan dilaksanakan sejak 12-13 Oktober, dan diharapkan 25 kader perserta dapat mensosialisasikan kepada masyarakat agar mencapai target Germas dan bebas stunting.

"Program ini terkait dengan Inpres nomor 1 tahun 2017, dimana seluruh masyarakat Indonesia harus melaksanakan Germas, diawali dengan sosialisasi," ujar Dr. Ery HZ, Fungsional Promosi Kesehatan Kemenkes RI.

Tercatat Kabupaten Kepulauan Seribu merupakan nomor kedua yang jumlah stuntingnya sedikit, sedangkan yang terbanyak ada di Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wakil Bupati Jakarta Kepulauan Seribu, Junaedi mengatakan, Pemkab Kepulauan Seribu menyambut baik dengan pembentukan 25 kader Germas dan Pencegah Stunting, karena masalah stunting harus diselesaikan dengan keterlibatan semua sektor.

"Untuk sehat, lingkungan masyarakat itu harus tersedia air bersih dan sanitasi. Stunting juga memiliki keterkaitan dengan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan," tandasnya.

 

 

 

Reporter : Saeful Bahri