Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, melakukan sosialisasi program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) pencegahan stunting melalui kapal nelayan dan becak motor (bentor) di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan. 

Stunting adalah masalah gizi buruk yang disebabkan oleh minimnya asupan gizi dalam waktu lama, karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Gejala stunting sendiri terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

"Di Kepulauan Seribu tidak ada anak yang stunting. Oleh karena itu, kita ingin melakukan sosialisasi dan pencegahan agar kedepan stunting ini tidak disandang oleh anak-anak di wilayah Kepulauan Seribu," ujar Sekretaris Utama BKKBN Pusat, Novrizal, Sabtu (20/10/2018). 

Novrizal menambahkan, pada kesempatan tersebut pihaknya juga mengadakan advokasi KKBPK dan pencegahan stunting kepada tokoh masyarakat pesisir. 

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Kepulauan Seribu, Arief Wibowo mengatakan, pihaknya menyambut baik kegiatan tersebut, dan berharap kedepan sosialisasi pencegahan stunting bisa dilakukan di pulau-pulau lain. 

"Kedepan kegiatan ini dilakukan tidak hanya di Pulau Tidung, tapi di enam Kelurahan agar masyarakat tahu bagaimana melakukan pencegahan stunting," pungkasnya.       


 

 

 

Reporter : Zaini Miftah