Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melakukan peninjauan pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di 4 titik lokasi di wilayah Kepulauan Seribu.

Kunjungan Dinas SDA tersebut didampingi Sudin SDA Kepulauan Seribu dan Bidang Air Baku dan Limbah Provinsi DKI Jakarta pada Jumat (19/10/2018).

Menurut Kepala Dinas SDA, Teguh Hendrawan mengaku, proyek pembangunan SWRO yang berada di 4 titik lokasi Pulau Pemukiman, Kabupaten Kepulauan Seribu tersebut diyakini akan bisa terwujud pada akhir tahun 2018.

"Program strategis daerah ini ada di Pulau Kelapa Dua, Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Payung. Proses pembangunan SWRO ini diharapkan bisa terwujud pada Desember mendatang," ujar Teguh.

Dirinya menjelaskan, dari hasil peninjauan lapangan, progres pembangunan SWRO sudah mencapai 30 persen, dan berharap pihak penyedia dan pejabat pembuat komitmen (PPK) agar mempercepat progres pekerjaan, mengingat deadline waktu hanya 2 bulan.

"Mereka optimis, di awal Desember pembangunan SWRO bisa terealisasi sesuai kontrak kerja," terang Teguh.

Anggaran pembangunan SWRO untuk 4 titik lokasi bersumber dari APBD DKI Jakarta dengan nilai dana sebesar RP 36 miliar. Nantinya SWRO tersebut akan disalurkan ke 1000 rumah tangga sasaran (RTS) dan 500 rumah berkapasitas sedang.

"Kapasitasnya bervariasi dari mulai 0.5 lt/detik, 1.5 lt/detik hingga 3 lt/detik," pungkas Teguh.

 

 

Reporter: Saeful Bahri