Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu mengaku telah bekerja maksimal dengan mengangkut 40 ton sampah setiap harinya.
Menurut Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Kasudin LH) Kepulauan Seribu, Yusen Hardiman mengatakan, pihaknya telah menyertakan 264 petugas kebersihan untuk memantau keberadaan sampah di pulau wisata dan pulau penduduk.
"Petugas kami melakukan patroli untuk mengambil sampah, namun tetap menemui hambatan seperti cuaca buruk dan kondisi gelombang yang tinggi. Terlebih lagi cara mengatasi sampah di laut berbeda dengan mengambil sampah di darat," ujar Yusen, Rabu (28/11/2018).
Yusen menjelaskan, dalam proses pengambilan sampah di pulau, pihaknya menggunakan kapal yang belum tentu mampu bersandar di pulau tertentu, sehingga membuat petugas menggunakan perahu yang lebih kecil.
"Perahu kecil itu tentu tidak dapat menampung volume sampah yang begitu banyak. Ini karena ukuran tiap perahu kecil hanya dapat menampung satu meter kubik sampah," papar Yusen.
Tercatat Sudin LH Kepulauan Seribu memiliki 13 kapal dari berbagai ukuran yang sedang beroperasi. Rencananya pada tahun 2019, akan dilakukan penambahan 10 kapal kecil dan satu kapal patroli.
Terkait pemberitaan sampah yang mencemari Pulau Pari di Kepulauan Seribu akibat minyak atau pek, serta keberadaan sampah, Yusen mengaku pihaknya terus melakukan pekerjaan.
"Saya memastikan sampah kiriman tersebut telah ditangani oleh petugas. Saat ini petugas masih terus dilakukan pembersihan," tambah Yusen.
Reporter: Zaini Miftah