Sejumlah perwakilan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Seribu, mendapatkan sosialisasi tentang Pentingnya Pendidikan Keluaraga 1000 Hari Pertama Kehidupan oleh Dinas Pendidikan, di Pulau Pramuka, Rabu (12/12/2018)
Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu, Ade Yulia Narun mengatakan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi pendidikan keluaraga 1000 hari pertama kehidupan adalah untuk menangani dan mengurangi prefalensi stunting yang dapat dilakukan melalui pendidikan keluarga atau orang tua.
"Sosialisasi ini tentang perawatan dan pengasuhan pada 1000 hari pertama kehidupan. Artinya pendidikan diawali pada proses janin itu ada dikandungan ibunya," ujar Ade.
Tercatat pada impres nomor 1 tahun 2017, tentang gerakan masyarakat hidup sehat. Dimana menginstruksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk meningkatkan kegiatan usaha kesehatan sekolah, mendorong sekolah sebagai kawasan tanpa asap rokok dan mendorong sekolah ramah anak.
"Ketentuan itu juga ditujukan untuk meningkatkan aktifitas fisik atau olahraga di sekolah dan satuan pendidikan secara eksternal serta ekstrakulikuler. Penyediaan sarana sanitasi di sekolah dan tingkatkan keluaraga untuk hidup sehat," jelas Ade.
Kegiatan ini sendiri diikuti puluhan peserta dari ibu-ibu PKK, pengelola PAUD, Puskesmas, Kelurahan, Kecamatan, Sudin Pendidikan dan Pemerintah Kabupaten.
Menanggapi hal ini, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kepulauan Seribu, Windu Cahyaningsi mengatakan, stunting itu penting dan perlu diketahui bersama, khususnya saat 1000 hari pertama kehidupan, dimana pendidikan pertama itu dimulai sejak janin terbentuk didalam kandungan ibu hamil.
"Kepulauan Seribu tidak ada anak yang stunting. Kedepan diharapkan juga tidak ada, karena semua itu hasil dari semangat ibu-ibu PKK dan tim Kesehatan yang sinergi dengan masyarakat," tandasnya.
Reporter: Saeful Bahri