Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu akan menindaklanjuti keluhan warga terkait pagar rumah dinas SDN 02 Pulau Tidung yang sudah tidak layak dan keberadaan batu besar di pintu masuk pelabuhan utara. 

Menurut Asisten Pemerintahan Kepulauan Seribu, Arief Wibowo saat melakukan monitoring pelaksanaan penerimaan pengaduan masyarakat dan kegiatan pariwisata di Kantor Kecamatan Seribu Selatan dan Seribu Utara mengatakan, aduan warga tersebut akan ditindaklanjuti ke unit terkait, seperti Sudin Pendidikan Kepulauan Seribu untuk persoalan pagar rumah dinas sementara Sudin Perhubungan terkait batu besar yang memang harus segera diangkat. 

"Pagar rumah dinas sudah sangat memperihatinkan dan rawan roboh, jadi harus segera diperbaiki," ujar Arief Wibowo, Sabtu (16/02/2019).

Arief mengaku, selain pengaduan dari warga, pihaknya juga mendapat pengaduan dari para pemilik Pulau Resort, dimana sejak musibah tsunami Selat Sunda kunjungan wisatawan menurun drastis hingga 50 persen. 

"Memang sejak musibah tsunami ini berdampak kepada kunjungan wisatawan, bukan hanya di Pulau Resort tetapi di Pulau Wisata Permukiman," ujar Arief. 

Arief menambahkan, dalam waktu dekat Pemkab Kepulauan Seribu akan mengundang para pemilik Pulau Resort maupun agent travel untuk mencari solusi membangkitkan kunjungan wisatawan ke wilayah Kepulauan Seribu. 

"Pemkab sudah melakukan berbagai event melalui Sudin Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik wisatawan lokal dan mancanegara, dan dalam waktu dekat kita akan berkoordinasi dengan pihak BMKG untuk memastikan kalau wilayah Kepulauan Seribu aman dan tidak terdampak tsunami, sehingga wisatawan pun tidak perlu khawatir berlibur ke pulau-pulau wisata yang ada di Kepulauan Seribu," pungkasnya.  


    

   

 

Reporter: Zaini Miftah