Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu terus berkomitmen menuntaskan masalah stunting di wilayah Kepulauan Seribu.
Langkah ini dilakukan agar wilayah Kepulauan Seribu bebas dari masalah stunting yang kini sudah menurun drastis dari tahun ke tahun.
Tercatat berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, ada 41,3 % penderita stunting di Kepulauan Seribu dan tahun 2018 angka tersebut menurun menjadi 17,7 %.
Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad usai membuka Pertemuan Konvergensi Lintas Sektor Terkait Upaya Pencegahan dan Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting di Hotel Orchardz, Selasa (05/03/2019) mengaku, Pemkab Kepulauan Seribu sangat serius menyelesaikan masalah stunting, dan akan melibatkan UKPD/SKPD terkait.
“Melalui komitmen dan penandatanganan bersama lintas sektor, kita ingin masalah stunting di wilayah Kepulauan Seribu bisa diselesaikan, karena ini bukan kerja Sudin Kesehatan saja, tapi semua pihak terkait, apalagi kini jumlah sudah menurun drastis,” kata Husein Murad.
Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (baita), akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
“Jadi kerja bersama ini penting dilakukan, melalui koordinasi Sudin Kesehatan selaku leading sektor, maka kedepan masing-masing akan melakukan tugasnya terkait kebutuhan dasar masyarakat, seperti kehadiran pengadaan air bersih oleh Sudin SDA, Sudin Pendidikan, serta lainnya,” tegas Husein Murad.
Reporter : Petrrus A