Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta menilai kehadiran listrik 24 jam di Pulau Sebira mampu meningkatkan perekonomian warga.

"Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok warga, mereka memanfaatkan keberadaan listrik 24 jam untuk menjalankan usaha mereka," ujar Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, Riski Marojahan Mulia, Kamis (18/04/2019).

Riski mengaku, listrik dimanfaatkan warga untuk jenis usaha pengepakan ikan dan hasil olahan, pembuatan es batu (frezer) untuk mendinginkan ikan agar awet, selain itu juga untuk kebutuhan belajar mengajar sekolah dan rumah-rumah warga serta komputer untuk administrasi kantor puskesmas, PTSP dan sekolah.

"Jadi listrik ini juga untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah singgah kabupaten jika sewaktu-waktu ada kunjungan kerja dan tamu yang hendak menginap," jelasnya.

Menanggapi hal ini, Syarifudin, salah satu warga Pulau Sebira mengaku, kehadiran listrik 24 jam ini sangat membantu warga mendukung usahanya, terutama dalam membuat es batu untuk mendinginkan ikan hasil tangkapan.

"Ikan hasil tangkap kita tampung di box dan didinginkan dengan es batu dari frezer, sebelum dijual ke darat, bersyukur kita ada listrik 24 jam ini," katanya.

Seperti diketahui, pusat listrik tenaga diesel (PLTD) Pulau Sebira milik Suku Dinas Perindustrian dan Energi Kepulauan Seribu, sebelumnya hanya beroperasi dari sore hingga pagi hari saja, namun sejak Januari 2019 sudah menyala 24 jam.

 

 

 

 

Reporter : Petrus A