Kehadiran Kredit Usaha Rakyat (KUR) diyakini mampu memicu geliat wisata di wilayah Kepulauan Seribu, khususnya bagi para pelaku usaha.
Kondisi ini sangat penting, mengingat KUR yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian usaha mikro kecil dan menengah pada sektor pariwisata.
Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad saat menghadiri Sosialisasi dan Coaching Clinic Pembiayaan Usaha Pariwisata, di Gedung Serbaguna, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, Senin (29/04/2019), menilai, KUR berdampak baik bagi pengembangan pelaku usaha pariwisata.
“Pulau Seribu menunggu kegiatan seperti ini demi mewujudkan 10 Bali Baru, sehingga kedepan Pulau Seribu berbenah menjadi kawasan pariwisata yang dibanggakan. Pemkab Kepulauan Seribu pun berharap warga setempat memaksimalkan hal ini, karena jika bukan warga setempat akan digunakan orang lain,” kata Husein.
Tercatat ada beberapa usaha di destinasi wisata yang dibiayai KUR, diantaranya sektor daya tarik wisata, jasa transportasi, jasa perjalanan wisata, kuliner, akomodasi, hiburan, mice, jasa informasi wisata, industry kerajinan, konsultan wisata, pramuwisata dan lainnya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mendapatkan solusinya bagi pelaku usaha, khususnya dari kendala modal, sehingga kedepan semakin meningkatkan usahanya, dan wisata Pulau Untung Jawa juga meningkat,” tegas Husein Murad.
Husein menjelaskan, Sosialisasi dan Coaching Clinic Pembiayaan Usaha Pariwisata ini sejalan dengan komitmen Pemkab Kepulauan Seribu yang tengah fokus meningkatkan pariwisata, salah satunya dengan Gerakan Seribu Warna, yang merupakan gerakan pembangunan untuk mewujudkan Pulau Seribu sebagai 10 Bali Baru.
“Gerakan Seribu Warna merupakan gerakan pembangunan yang diantaranya ada Gerakan Percantikan, Gerakan Bersih, Gerakan Eco Wisata, Gerakan Ekonomi Rakyat, Gerakan Seribu Sukun, Gerakan Pemberdayaan Mesjid, Gerakan Pembinaan Remaja,” tambah Husein.
Reporter : Petrus A