Perairan Kepulauan Seribu yang kini memasuki angin Timur, membawa berkah tersendiri bagi para nelayan, salah satunya nelayan bagan apung Pulau Lancang Besar, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan yang biasa mencari ikan teri.
"Belum begitu musim ikan, tapi sudah lumayan hasil tangkapannya," ujar Nasar salah satu nelayan bagan apung, Senin (20/05/2019).
Menurut Nasar, dalam kegiatan satu malam, pihaknya bisa dua sampai empat kali panen jaring dan membawa pulang hasil tangkapan ikan teri sebanyak 100 kilogram.
"Tapi kalau sudah musimnya sekitar Juni - Juli bisa mencapai 5 kwintal dalam semalam. Hasil panen ini kita jual ke darat (Muara Angke-red) dengan harga Rp.60-70 ribu untuk teri nasi dan Rp.35-40 ribu untuk teri biasa per kilonya," terangnya.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Husein Murad yang ikut menyaksikan penangkapan ikan teri di bagan apung milik warga mengatakan, perairan Pulau Lancang dikenal dengan produk tangkapan ikan teri dan rajungan.
"Selain dua hasil tangkap tersebut, juga ada produksi ikan asinnya yang cukup dikenal dari Pulau Lancang, produk olahan itu bisa menambah penghasilan warga selain ikan basah hasil tangkapan," tandasnya.
Reporter : Zaini Miftah