Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengakui pihaknya berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur, sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

"Sebagai salah satu wilayah di ibukota Jakarta, untuk pembangunan secara general memang kami akui belum terbangun secara maksimal. Sedangkan untuk infrastruktur kebutuhan dasar masyarakat sudah sangat cukup," ungkap Junaedi saat menerima audensi dari Universitas Bung Karno di Gedung Mitra Praja, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (26/22/2022).

Junaedi menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat, yang meliputi bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya telah memenuhi espektasi masyarakat. Bahkan, dengan pelayanan listrik 24 jam dan pengadaan utilitas pelayanan air bersih yang langsung ke perumahan warga, menjadi kemajuan tersendiri bagi Kepulauan Seribu.

"Memang masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang hingga kini masih belum optimal, seperti fasilitas transportasi umum yang kondisinya sangat berbeda jauh dengan transportasi umum yang ada di daratan Jakarta," jelasnya.

Selain itu, Junaedi juga menyebutkan bahwa permasalahan krusial yang masih terus dihadapi Kepulauan Seribu adalah terkait dengan ketersediaanya lahan, baik lahan tinggal maupun sejumlah lahan yang ketersediaannya untuk kebetuhan pendukung, seperti antara lain lahan pemakaman umum.

“Wilayah Kepulauan Seribu memiliki potensi yang sangat besar terutama sektor pariwisata, dimana saat ini telah menjadi urat nadi perekonomian kebanyakan masyarakat dengan menjadi pelaku jasa wisata. Lalu untuk sektor lainnya, dia juga menyebutkan potensi sektor perikanan dan sektor pertambangan minyak dan gas bumi, terlebih lagi sesuai dengan amanat Keppres bahwa Kepulauan Seribu sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional," terangnya.

Junaedi mengaku, saat ini Kepulauan Seribu telah dilirik sejumah investor untuk membangun Kepulauan Seribu menjadi kawasan ekonomi khusus. Hal itu telah dibahas serius ditingkat Kementrian Koordinator Perekonomina RI sebagai salah satu Progran Strategis Nasional (PSN).

"Projek pengembangan kawasan pariwisata khusus digadang akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap sebanyak 20 ribu tenaga kerja. Selain lapangan pekerjaan, projek itu juga akan memantapkan nama Kepulauan Seribu sebagai destinasi wisata berkelas internasional," tuturnya.

Junaedi berharap, semua pemangku kepentingan di Kepulauan Seribu dapat mendukung dan memudahkan akses pelaksanaanya termasuk terkait dengan perijinan. Diyakininya projek bertajuk 'Negeri Seribu Pulau' akan menjadi langkah awal kemajuan Kepulauan Seribu di masa mendatang.