Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, menggelar rapat aksi tujuh pengukuran dan publikasi data stunting di Swiss Bell Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (06/12/2022).

Sekretris Kabupaten (Sekab) Kepulauan Seribu, Eric PZ Lumbun mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memperoleh data prevelensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan kelurahan.

"Hasil pengukuran tinggi badan anak bawah lima tahun, serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting," ujar Eric.

Eric menambahkan, kegiatan pengukuran tinggi badan anak dibawah lima tahun dan publikasi data stunting di Kepulauan Seribu menjadi tanggung jawab Sudin Kesehatan, dimana salam pelaksanaannya Sudin Kesehatan mengkoordinasikan kegiatan tersebut dengan puskesmas kecamatan dan kelurahan, yang kemudian melakukan pemberdayaan masyarakat melalui posyandu yang berada disetiap RW di wilayah masing-masing kelurahan.

"Dalam aksi tujuh pengukuran dan publikasi stunting, Sudin Kesehatan melakukan koordinasi dengan lintas program puskesmas yang terlibat di dalamnya antara lain tenaga gizi, bidan, tenanga kesehatan lingkungan, dokter umum, perawat, tenaga penyuluh kesehatan, hingga analis laboratorium melakukan perannya masing-masing dalam melakukan skrining kesehatan balita," tuturnya.

Eric menambahkan, tenaga pelaksana gizi dalam melaksanakan tugasnya di wilayah binaan puskesmas masing-masing, melakukan serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan pengukuran panjang atau tinggi badan dan berat badan serta menilai gizi, kemudian bidan melakukan pemeriksaan SDIDTK dan dokter melakukan pemeriksaan penyakit penyerta pada balita untuk membantu menegakan diagnosa, pemeriksaan penunjang dibutuhkan antara lain laboratorium untuk pemeriksaan darah dan kecacingan.

Selanjutnya, setelah rangkaian kegiatan dilakukan, puskesmas melakukan penilaian dan melakukan rujukan kepada balita bila perlu, untuk menegakan diagnose stunting. Saat ini belum semua balita yang membutuhkan berhasil dilakukan rujukan ke dokter sepsialis anak, dikarenakan kendala transportasi laut dan penolakan dari keluarga, namun puskesmas tidak berhenti melakukan berbagai upaya untuk melakukan rujukan tersebut.

"Dari kendala-kendala yang kita hadapi, kami mengajak UKPD Kabupaten Kepulauan Seribu untuk melakukan kerjasama dan mendukung agar balita-balita di Kepulauan Seribu mendapatkan pelayanan kesehatan, yang sesuai dengan kebutuhannya terutama bagi upaya penurunan stunting. Diharapkan melalui kegiatan ini adanya dimensi sebagai komitmen kita bersama lintas sektoral untuk mencapai tujuan bersama dalam pemanfaatan data stunting di Kepulauan Seribu," tambahnya.