Kabupaten Kepulauan Seribu mengadakan rapat koordinasi (rakor) laporan percepatan penurunan angka stunting tahun 2022, yang diselenggarakan di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Kamis (19/01/2023).

Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, untuk bisa menangani penurunan stunting di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu perlu adanya inovasi.

“Harus ada inovasi dan terobosan dalam rangka menangani penurunan angka stunting di Kepulauan Seribu, salah satunya dengan membuat aplikasi stunting," ujarnya.

Junaedi menilai, dengan inovasi yang dilakukan SKPD/UKPD terkait, maka penurunan angka stunting di Kepulauan Seribu bisa terwujud.

“Kita bisa mencontoh penanganan stunting yang dilakukan Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, yang diapresiasi Presiden Joko Widodo saat Rakornas Kepala Daerah, dalam memanfaatkan platform teknologi Sistem Pencegahan Stunting (Simpati), untuk memonitor kasus stunting di wilayahnya,” katanya.

Junaedi menambahkan, pihaknya akan mengirimkan tim untuk melakukan studi banding ke Kabupaten Sumedang terkait penanganan stunting yang memang sudah berhasil. 

"Diharapkan nantinya bisa mengadopsi apa yang didapat dari hasil studi banding, untuk menurunkan angka stunting di Kepulauan Seribu," pungkasnya.