Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta memberikan pembinaan kepada masyarakat penggiat konservasi berbasis wisata bahari di Kepulauan Seribu.
Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Pola Lantai II Kantor Kabupaten Kepulauan Seribu, Pulau Pramuka, Rabu (01/03/2023), dihadiri Sub Koordinator urusan Tata Kelola Pesisir Laut dan Pulau Kecil Dinas KPKP DKI Jakarta, Supriyadi Saleh dan Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya.
Sub Koordinator urusan Tata Kelola Pesisir Laut dan Pulau Kecil Dinas KPKP DKI Jakarta, Supriyadi Saleh menyampaikan, ada 50 peserta yang ikut dalam kegiatan ini, antara lain berasal dari Kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL-BM), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
"Tujuannya untuk menggali informasi dan mempelajari berbagai permasalahan atau isu, data awal, potensi, kebijakan, serta mencari peluang dan strategi dalam meningkatkan wisata bahari yang ramah lingkungan," katanya.
Supriyadi menilai, luas wilayah perairan Provinsi DKI Jakarta mencapai 583.680 hektare, dengan 113 pulau di Kepulauan Seribu, yang merupakan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Pemanfaatan sumber daya alam ini meliputi sektor wisata bahari, yang sampai saat ini dirasakan belum optimal.
"Hal ini antara lain disebabkan karena belum terpadunya sektor-sektor terkait, yang mempunyai kewenangan pengelolaan maupun pemanfaatan jasa kelautan seperti konservasi dan pariwisata," ucapnya.
Supriyadi menambahkan, adapun pemberian materi dalam pembinaan masyarakat penggiat konservasi berbasis wisata bahari di antaranya, Kebijakan Pemanfaatan Kawasan Konservasi untuk Wisata Bahari, Pengenalan Sistem Informasi Kelautan dan Perikanan.
"Peran Kelembagaan dalam Pengembangan Wisata Bahari Berbasis Konservasi, dan Best Practices Sinergisitas Konservasi dan Wisata Bahari," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan edukasi serta pemberdayaan kepada masyarakat penggiat konservasi berbasis wisata bahari.
"Harapannya dengan kegiatan ini menjadi cikal bakal kebersamaan dalam memanfaatkan ruang laut yang ada di Kepulaun Seribu. Optimal dalam pemanfaatan namun tetap menjaga kelestarian alam bawah laut untuk keberlangsungan biota laut sebagai sumber mata pencarian," tukasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Pokdarwis Pulau Pramuka, Hermansyah, mengaku, kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi masyarakat di Kepulauan Seribu, yang memang berkegiatan wisata berbasis konservasi.
"Ini sebagai salah satu bentuk awal dan langkah sinergisitas bersama dengan pemerintah untuk bagaimana mengembangkan wisata berbasis konservasi. Semoga dengan dukungan penuh ini bisa diterapkan di Kepulauan Seribu yang berdampak baik untuk ekonomi maupun sosial dan bisa memulihkan ekosistem serta kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan," tandasnya.