Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Seribu, Eric Lumbun mengapresiasi kegiatan Kejuaraan Jakarta Regional Open Marching Competition (JROMC) 2023, yang diselenggarakan Federasi Youth Band Indonesia (FYBI) Provinsi DKI Jakarta di Jakarta Internasional Velodrome, Jakarta, Sabtu (04/03/2023).
Kejuaraan yang diikuti 21 tim perwakilan lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu tersebut, dihadiri Sekkab Kepulauan Seribu, Eric Lumbun, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman, istri Menparekraf, Nur Asia Uno, Ketua KORMI DKI Jakarta, Burhanuddin, Ketua FYBI DKI Jakarta, Fanny Fatriani Alambai, Ketua FYBI Kabupaten Kepulauan Seribu, Doni Sidartha dan tamu undangan lainnya.
“Kejuaraan ini tentunya patut diapresiasi dan didukung, karena di sini terkumpul para pelajar bertalenta yang ingin mengukir prestasi,” kata Eric Lumbun.
Kejuaraan JROMC 2023 ini sendiri merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan FYBI DKI Jakarta, dengan tujuan untuk melahirkan atlet marching band DKI Jakarta.
“Kejuaraan ini hasil kolaborasi dengan Jakpro, BUMD, Dinas Provinsi DKI Jakarta dan lainnya. Kejuaraan ini merupakan event tahunan yang bisa melahirkan atlet marching band DKI Jakarta nantinya,” kata Ketua FYBI DKI Jakarta, Fanny Fatriani Alambai.
Fanny menjelaskan, nantinya dari kejuaraan ini pihaknya akan memilih tiga tim terbaik dari kategori senior dan junior, untuk dipersiapkan dalam berbagai kejuaraan yang lebih besar.
“Kita akan mencari atlet dari kejuaraan ini untuk kita persiapkan dalam Forum Olahraga Nasional pada Juli nanti, Kejurnas dan event internasional,” tuturnya.
Tercatat, dalam kejuaraan ini Kabupaten Kepulauan Seribu diwakili oleh SMKN 61 Pulau Tidung, yang akan bersaing dengan 20 tim lainnya dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta.
“Tentunya kejuaraan ini sangat spesial, karena ada perwakilan dari Kepulauan Seribu. Meski memiliki tantangan dari segi geografis, namun pada pelajar dari SMKN 61 sangat semangat mengikuti kejuaraan ini,” kata Ketua FYBI Kabupaten Kepulauan Seribu, Doni Sidartha.
Doni mengaku, pihaknya akan bekerja keras membangkitkan marching band di Kepulauan Seribu, sehingga ke depannya banyak perwakilan Kepulauan Seribu yang ikut serta dalam kejuaraan ini.
“Keterbatasan alat memang menjadi tantangan kita untuk bisa berprestasi, saya pun terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak agar ke depannya alat marching band bisa dimiliki, sehingga banyak marching band lainnya di Kepulauan Seribu yang ikut serta kejuaraan ini,” ucapnya.
Menanggapi hal ini, guru SMKN 61 Pulau Tidung, Supardi mengaku, di tengah keterbatasan alat, pihaknya tetap melakukan latihan dan mengikuti kejuaraan ini.
“Tentunya dengan kejuaraan ini potensi para pelajar bisa tersalurkan serta mengeluarkan bakatnya untuk umum. Kami akan menampilkan kemampuan kami secara maksimal, sehingga seluruh warga Jakarta mengetahui bahwa ada marching band di Kepulauan Seribu meski dengan keterbatasan,” tambahnya.